Monthly Archive February 2019

Byadmin

SMK PGRI Sukoharjo Menyerahkan Bantuan Bagi Korban Gempa NTB Melalui SOLOPEDULI

Bencana alam gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat pada Minggu malam (5/8) menggugah rasa empati banyak pihak. Salah satunya siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI Sukoharjo.

Pada hari Selasa(7/8) siswa dan siswi SMK PGRI Sukoharjo mengadakan penggalangan dana kepada semua siswa , guru dan karyawan SMK PGRI Sukoharjo.

Dana yang terkumpul dari penggalangan dana tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan OSIS dan Rohis SMK PGRI Sukoharjo kepada SOLOPEDULI yang diwakili oleh Sumarno di SMK PGRI Sukoharjo yang beralamat di Jl. Tentara Pelajar No.766, Gadingan, Jombor, Kec. Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo,

Pembina 0SIS dan Wakasek kesiswaan, Samiun mengatakan gempa bumi yang terjadi di NTB menimbulkan banyak korban jiwa, untuk itu, kami ingin membantu meringankan beban para korban dengan mengadakan penggalangan dana, melalui kegiatan penggalangan dana ini diharapkan bisa melatih rasa empati dan kepedulian para siswa

Pimpinan SOLOPEDULI area Sukoharjo, Sumarmo menyampaikan Kami mengucapkan terima kasih kepada SMK PGRI Sukoharjo Atas kerjasama dan kepercayaanya kepada SOLOPEDULI , kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat, sekolah, lembaga dan instansi untuk bersama-sama membantu meringankan penderitaan para korban gempa di Lombok NTB dengan cara menyalurkan bantuan melalui SOLOPEDULI, dana yang kami terima akan segera kami salurkan bagi korban gempa di Lombok NTB. Kepedulian kita sangat berarti bagi mereka , karena peduli adalah solusi.

Byadmin

Sambangi SMK PGRI Sukoharjo, Ini pesan Kanit Binmas Bendosari

Pasca beredarnya obat PCC yang terjadi di wilayah Kendari Sulawesi Tenggara yang mengakibatkan anak sekolah meninggal dunia dan ada yang masih dirawat dirumah sakit, Kepolisian Sektor Bendosari Polres Sukoharjo Polda Jateng melakukan penyuluhan.

Kali ini dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Bendosari Ipda Sumardi di SMK PGRI Sukoharjo, Jumat (15/09/2017).

Sebelumnya Ipda Sumardi bersama anggota melaksanakan patroli, melihat siswa – siswi sedang latihan pramuka, tanpa berpikir panjang, Kanit Binmas Polsek Bendosari langsung meminta waktu sebentar untuk menyampaikan materi tentang bahaya narkoba.

Dalam pesannya, Ipda Sumardi berpesan agar siswa siswi SMK PGRI jangan pernah mencoba coba dengan yang namanya Narkoba, karena bisa berakibat merusak mental, moral dan bahkan merusak kesehatan.

“Hati – hati dengan barang dikasih oleh orang yang tidak dikenal, belum tentu itu barang baik,” kata Ipda Sumardi.

Lebih lanjut, Ipda Sumardi juga menyampaikan informasi yang terjadi di Kendari.

“Saya harap, kejadian di Kendari jangan sampai ke wilayah Bendosari khususnya atau Sukoharjo pada umumnya, mari kita sama sama peduli dan selalu mengingatkan kepada teman, saudara, keluarga dan handai taulan untuk menjauhi narkoba dan obat obatan terlarang, “ harap Ipda Sumardi sambil mengakhiri penyuluhannya.

Byadmin

Pelajar SMK PGRI Sukoharjo Angkat Besi Massal Peringati Haornas

Belasan siswa siswi SMK PGRI Sukoharjo peringati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2016 dengan menggelar kegiatan angkat besi massal di halaman sekolah, Kamis (08/09/2016). Kegiatan juga dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi atlet angkat besi Indonesia dengan meraih dua medali perak dalam Olimpiade Rio De Janero Brazil.

Kepala SMK PGRI Ngadimin mengatakan, peringatan Haornas sengaja dilakukan sekolah dengan melibatkan siswa dan siswi dalam aksi angkat besi bersama. Namun pada kegiatan tersebut para siswa dan siswi hanya mengangkat replika barbel dari besi melainkan berupa plastik dan kayu.

Para siswa dan siswi menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan atlet angkat besi Indonesia Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani setelah mendapat medali perak dalam Olimpiade 2016. Diharapkan keberhasilan tersebut bisa memicu semangat anak muda untuk menekuni atlet angkat besi. “Kami dalam kegiatan ini sekaligus ingin memasyarakatkan olahraga angkat besi di sekolah,” ujarnya.

SMK PGRI Sukoharjo hingga sekarang memang belum memiliki kegiatan ekstrakurikuler maupun pelajaran olahraga khususnya angkat besi. Namun setelah melihat keberhasilan dua atlet Indonesia dalam Olimpiade 2016 kemungkinan akan membuka kegiatan tersebut.

Salah satu siswi SMK PGRI Sukoharjo Putri mengatakan, angkat besi memang olahraga berat dan sering diikuti oleh pria. Namun ternyata ada atlet perempuan dan mampu meraih medali perak dalam Olimpiade. Putri mengaku terkejut sekaligus kagum atas keberhasilan Sri Wahyuni setelah mampu mengharumkan nama bangsa.

Byadmin

Astra Motor Jateng Ajak SMK PGRI Sukoharjo Safety Riding

Honda Motor Jawa Tengah kembali mengadakan kampanye safety riding ke sekolah-sekolah. Kali ini giliran SMK Muhammadiyah 1 Solo dan SMK PGRI Sukoharjo. Kunjungan kali ini memverifikasi ilmu safety riding yang tahun lalu pernah diberikan ke murid-murid dua sekolah tersebut dan usaha menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Acara kampanye safety riding itu diselenggarakan pada Selasa dan Rabu (13&14/3/2018). Safety Riding Officer Honda Motor Jawa Tengah, Suko Edi, saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Senin (19/3/2018) menyatakan kampenya kemarin itu lebih ke sebuah verifikasi ulang.

“Tahun lalu kami sudah mengunjungi dua sekolah tersebut. Nah, kemarin itu melakukan verifikasi sekolah safety riding yang pernah diberikan ke murid-murid. Apakah mereka masih mempraktikan pelatihan dari kami?” jelas Suko Edi.

Dalam keteranganya, Suko Edi menjelaskan kedua sekolah masih tertib dan mampu mempraktikan safety riding dengan baik. Di sela-sela acara, Suko Edi juga mengangkat isu peraturan keselamatan dimasukkan menjadi peraturan resmi sekolah khususnya SMK.

“SMK ini kan untuk mencetak pekerja bagi industri. Kalau di industri kan sudah ada aturan pasti tentang keselamatan pegawai. Aturan itu harusnya juga ada di sekolah, khususnya SMK. Kalau dari sekolah mereka sudah dikenalkan dengan aturan keselamatan, makan nanti saat menjadi pekerja, para penerus bangsa ini bisa menghargai atau setidaknya sudah paham tentang keselamatan kerja,” tambah Suko Edi.

Sebagai sebuah progres dibanding tahun lalu, acara tersebut juga mewacanakan lingkungan aman di dua sekolah tersebut. “Kami juga mengusahakan untuk menciptakan lingkungan aman. Caranya memberi rambu parkir, kecepatan maksimal, dan rambu-rambu petunjuk lainnya,” imbuh Suko Edi.