Author Archive admin

Byadmin

Hari Pendidikan Nasional 2020

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,

Bapak dan Ibu yang kamu muliakan dan segenap insan pendidikan di Tanah Air,
Selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini kita lakukan di tengah pandemi COVID-19. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melalui masa sulit ini.

Saat ini kit asedang melalui krisis COVID-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi, dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya.

Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan pembelajaran secara daring atau online menggunakan tools atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun.

Orangtua untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru. Betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.

Guru, siswa, dan orangtua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja. Tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga ini, guru, siswa, dan orangtua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.

Bapak dan Ibu yang kami banggakan,
Kita sebagai masyarakat juga belajar betapa pentingnya kesehatan. Betapa pentingnya kebersihan. Betapa pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat kita.

Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi COVID-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu.

Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari COVID-19. Agar kita menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.

Terima kasih telah mengikuti anjuran Bapak Presiden untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah saja.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,

Jakarta, 2 Mei 2020,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Byadmin

Pencegahan Virus Corona

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona,virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter

Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.

Bila Anda memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter, jangan langsung ke rumah sakit karena itu akan meningkatkan risiko Anda tertular atau menularkan virus Corona ke orang lain. Anda bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Alodokter agar bisa diarahkan ke dokter terdekat yang dapat membantu Anda.

Alodokter juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.

Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentuperokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Rapid test sebagai penyaring
  • Tes usap (swab) tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
  • CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

  • Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona (COVID-19)

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:

Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  • Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  • Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Apabila Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang gejala, pencegahan, dan fakta tentang virus Corona, silakan download aplikasi Alodokter di Google Play atau App Store. Melalui aplikasi Alodokter, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit

Cara Pencegahan Virus Corona
Byadmin

SMK PGRI Sukoharjo Menyerahkan Bantuan Bagi Korban Gempa NTB Melalui SOLOPEDULI

Bencana alam gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat pada Minggu malam (5/8) menggugah rasa empati banyak pihak. Salah satunya siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI Sukoharjo.

Pada hari Selasa(7/8) siswa dan siswi SMK PGRI Sukoharjo mengadakan penggalangan dana kepada semua siswa , guru dan karyawan SMK PGRI Sukoharjo.

Dana yang terkumpul dari penggalangan dana tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan OSIS dan Rohis SMK PGRI Sukoharjo kepada SOLOPEDULI yang diwakili oleh Sumarno di SMK PGRI Sukoharjo yang beralamat di Jl. Tentara Pelajar No.766, Gadingan, Jombor, Kec. Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo,

Pembina 0SIS dan Wakasek kesiswaan, Samiun mengatakan gempa bumi yang terjadi di NTB menimbulkan banyak korban jiwa, untuk itu, kami ingin membantu meringankan beban para korban dengan mengadakan penggalangan dana, melalui kegiatan penggalangan dana ini diharapkan bisa melatih rasa empati dan kepedulian para siswa

Pimpinan SOLOPEDULI area Sukoharjo, Sumarmo menyampaikan Kami mengucapkan terima kasih kepada SMK PGRI Sukoharjo Atas kerjasama dan kepercayaanya kepada SOLOPEDULI , kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat, sekolah, lembaga dan instansi untuk bersama-sama membantu meringankan penderitaan para korban gempa di Lombok NTB dengan cara menyalurkan bantuan melalui SOLOPEDULI, dana yang kami terima akan segera kami salurkan bagi korban gempa di Lombok NTB. Kepedulian kita sangat berarti bagi mereka , karena peduli adalah solusi.

Byadmin

Sambangi SMK PGRI Sukoharjo, Ini pesan Kanit Binmas Bendosari

Pasca beredarnya obat PCC yang terjadi di wilayah Kendari Sulawesi Tenggara yang mengakibatkan anak sekolah meninggal dunia dan ada yang masih dirawat dirumah sakit, Kepolisian Sektor Bendosari Polres Sukoharjo Polda Jateng melakukan penyuluhan.

Kali ini dilakukan oleh Kanit Binmas Polsek Bendosari Ipda Sumardi di SMK PGRI Sukoharjo, Jumat (15/09/2017).

Sebelumnya Ipda Sumardi bersama anggota melaksanakan patroli, melihat siswa – siswi sedang latihan pramuka, tanpa berpikir panjang, Kanit Binmas Polsek Bendosari langsung meminta waktu sebentar untuk menyampaikan materi tentang bahaya narkoba.

Dalam pesannya, Ipda Sumardi berpesan agar siswa siswi SMK PGRI jangan pernah mencoba coba dengan yang namanya Narkoba, karena bisa berakibat merusak mental, moral dan bahkan merusak kesehatan.

“Hati – hati dengan barang dikasih oleh orang yang tidak dikenal, belum tentu itu barang baik,” kata Ipda Sumardi.

Lebih lanjut, Ipda Sumardi juga menyampaikan informasi yang terjadi di Kendari.

“Saya harap, kejadian di Kendari jangan sampai ke wilayah Bendosari khususnya atau Sukoharjo pada umumnya, mari kita sama sama peduli dan selalu mengingatkan kepada teman, saudara, keluarga dan handai taulan untuk menjauhi narkoba dan obat obatan terlarang, “ harap Ipda Sumardi sambil mengakhiri penyuluhannya.

Byadmin

Pelajar SMK PGRI Sukoharjo Angkat Besi Massal Peringati Haornas

Belasan siswa siswi SMK PGRI Sukoharjo peringati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2016 dengan menggelar kegiatan angkat besi massal di halaman sekolah, Kamis (08/09/2016). Kegiatan juga dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi atlet angkat besi Indonesia dengan meraih dua medali perak dalam Olimpiade Rio De Janero Brazil.

Kepala SMK PGRI Ngadimin mengatakan, peringatan Haornas sengaja dilakukan sekolah dengan melibatkan siswa dan siswi dalam aksi angkat besi bersama. Namun pada kegiatan tersebut para siswa dan siswi hanya mengangkat replika barbel dari besi melainkan berupa plastik dan kayu.

Para siswa dan siswi menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan atlet angkat besi Indonesia Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani setelah mendapat medali perak dalam Olimpiade 2016. Diharapkan keberhasilan tersebut bisa memicu semangat anak muda untuk menekuni atlet angkat besi. “Kami dalam kegiatan ini sekaligus ingin memasyarakatkan olahraga angkat besi di sekolah,” ujarnya.

SMK PGRI Sukoharjo hingga sekarang memang belum memiliki kegiatan ekstrakurikuler maupun pelajaran olahraga khususnya angkat besi. Namun setelah melihat keberhasilan dua atlet Indonesia dalam Olimpiade 2016 kemungkinan akan membuka kegiatan tersebut.

Salah satu siswi SMK PGRI Sukoharjo Putri mengatakan, angkat besi memang olahraga berat dan sering diikuti oleh pria. Namun ternyata ada atlet perempuan dan mampu meraih medali perak dalam Olimpiade. Putri mengaku terkejut sekaligus kagum atas keberhasilan Sri Wahyuni setelah mampu mengharumkan nama bangsa.

Byadmin

Astra Motor Jateng Ajak SMK PGRI Sukoharjo Safety Riding

Honda Motor Jawa Tengah kembali mengadakan kampanye safety riding ke sekolah-sekolah. Kali ini giliran SMK Muhammadiyah 1 Solo dan SMK PGRI Sukoharjo. Kunjungan kali ini memverifikasi ilmu safety riding yang tahun lalu pernah diberikan ke murid-murid dua sekolah tersebut dan usaha menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Acara kampanye safety riding itu diselenggarakan pada Selasa dan Rabu (13&14/3/2018). Safety Riding Officer Honda Motor Jawa Tengah, Suko Edi, saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Senin (19/3/2018) menyatakan kampenya kemarin itu lebih ke sebuah verifikasi ulang.

“Tahun lalu kami sudah mengunjungi dua sekolah tersebut. Nah, kemarin itu melakukan verifikasi sekolah safety riding yang pernah diberikan ke murid-murid. Apakah mereka masih mempraktikan pelatihan dari kami?” jelas Suko Edi.

Dalam keteranganya, Suko Edi menjelaskan kedua sekolah masih tertib dan mampu mempraktikan safety riding dengan baik. Di sela-sela acara, Suko Edi juga mengangkat isu peraturan keselamatan dimasukkan menjadi peraturan resmi sekolah khususnya SMK.

“SMK ini kan untuk mencetak pekerja bagi industri. Kalau di industri kan sudah ada aturan pasti tentang keselamatan pegawai. Aturan itu harusnya juga ada di sekolah, khususnya SMK. Kalau dari sekolah mereka sudah dikenalkan dengan aturan keselamatan, makan nanti saat menjadi pekerja, para penerus bangsa ini bisa menghargai atau setidaknya sudah paham tentang keselamatan kerja,” tambah Suko Edi.

Sebagai sebuah progres dibanding tahun lalu, acara tersebut juga mewacanakan lingkungan aman di dua sekolah tersebut. “Kami juga mengusahakan untuk menciptakan lingkungan aman. Caranya memberi rambu parkir, kecepatan maksimal, dan rambu-rambu petunjuk lainnya,” imbuh Suko Edi.